Selasa, 11 Juni 2013

PROSES BLANCHING PADA INDUSTRI PANGAN

1.1  Definisi Blanching
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menemui bahan pangan nabati seperti buah dan sayur dalam bentuk produk beku, kering atau kalengan. Bentuk olahan-olahan tersebut disukai karena selain dapat memperpanjang umur penyimpanan bahan, proses produksinya juga dipermudah karena akan  mempersingkat waktu pengolahan bahan tersebut menjadi produk akhir. Selama proses pembekuan, pengeringan, pengalengan maupun selama proses penyimpanannya, bahan pangan tersebut dapat mengalami penurunan mutu dan nutrisi, sehingga dibutuhkan suatu proses pemanasan awal yang dikenal dengan istilah blanching. Blanching adalah proses perlakuan pemanasan awal yang biasanya dilakukan pada bahan nabati segar sebelum mengalami proses pembekuan, pengeringan atau pengalengan.

1.2  Metode Blanching
Proses blanching dilakukan dengan memanaskan bahan pangan pada suhu kurang dari 100oC dengan menggunakan air panas atau uap air panas. Contoh proses blanching yaitu mencelupkan sayuran atau buah di dalam air mendidih selama 3 sampai 5 menit atau mengukusnya selama 3 sampai 5 menit.
Setelah dilakukan proses pemanasan bahan pangan, biasanya dilanjutkan dengan proses pendinginan yang bertujuan untuk mencegah pelunakan jaringan yang berlebihan sekaligus dan sebagai proses pencucian setelah blanching. Proses pendinginan dilakukan segera setelah proses blanching selesai. Bahan dibenamkan ke dalam air es selama beberapa waktu, biasanya lamanya waktu untuk proses pendinginan sama dengan lama waktu yang digunakan untuk blanching. Waktu pendinginan ini tidak boleh terlalu lama, karena dapat menyebabkan meningkatnya kehilangan komponen larut air karena lisis kedalam air pendingin. Untuk meminimalkan kehilangan komponen larut air karena lisis kedalam air pendingin, maka proses pendinginan dapat dilakukan dengan menggunakan udara dingin sebagai media pendinginnya.
Setiap bahan pangan memiliki waktu proses blanching yang berbeda-beda untuk inaktivasi enzim, tergantung pada jenis bahan tersebut, metode blanching yang digunakan, ukuran bahan dan suhu media pemanas yang digunakan. Pada Tabel dibawah ini dapat dilihat lama waktu blanching dari beberapa jenis bahan pangan :

Sayuran (dalam air suhu 100oC)
Waktu blanching (menit)
Brokoli
2-3
Jagung
2-3
Bayam
12
Beet ukuran kecil, utuh
3-5
Beet dipotong dadu
3

Idealnya, lama waktu yang diperlukan untuk proses blanching adalah pas tidak terlalu lama atau terlalu sebentar. Proses blanching yang berlebihan akan menyebabkan produk menjadi matang, kehilangan flavor, warna, dan nutrisi-nutrisi penting yang terkandung didalamnya karena komponen-komponen tersebut dapat rusak dan terlarut kedalam media pemanas (pada proses blanching dengan air panas atau steam).
Sebaliknya, waktu blanching yang terlalu sebentar akan mendorong meningkatnya aktivitas enzim perusak dan menyebabkan kerusakan mutu produk yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak mengalami proses blanching.
Proses blanching salah satunya bertujuan untuk menjaga mutu produk, dengan cara menonaktifkan enzim alami yang terdapat pada bahan pangan. Enzim tersebut di nonaktifkan karena dapat mengganggu kualitas pangan saat dilakukan proses pengolahan selanjutnya.  Contohnya ialah enzim polifenolase yang menimbulkan pencoklatan pada bahan pangan buah-buahan.  Tujuan blanching bervariasi dan bergantung pada proses pengolahan yang akan dilakukan.
Dalam proses blanching buah dan sayuran, terdapat dua jenis enzim yang tahan panas, yaitu enzim katalase dan peroksidase. Kedua enzim ini memerlukan pemanasan yang lebih tinggi untuk menginaktifkannya dibandingkan enzim-enzim yang lain. Baik enzim katalase maupun peroksidase tidak menyebabkan kerusakan pada buah dan sayuran. Namun karena sifat ketahanan panasnya yang tinggi, enzim katalase dan peroksidase sering digunakan sebagai enzim indikator bagi kecukupan proses blanching. Artinya, apabila tidak ada lagi aktivitas enzim katalase atau peroksidase pada buah dan sayuran yang telah di blanching, maka enzim-enzim lain yang tidak diinginkan pun telah terinaktivasi dengan baik.

  1. 2.      Fungsi Alat
Sayuran hijau yang diberi perlakuan blanching sebelum dibekukan atau dikeringkan mutu wama hijaunya lebih baik dibandingkan dengan sayuran yang tidak di blanching terlebih dahulu. Dalam pengalengan sayuran dan buah-buahan, blanching dapat menghilangkan gas dari dalam jaringan tanaman, melayukan jaringan tanaman agar dapat masuk dalam jumlah banyak dalam kaleng, menghilangkan lendir dan memperbaiki warna produk. Alat yang digunakan untuk proses blanching adalah blancher dimana proses yang terjadi bertujuan untuk:
  • Menonaktifkan enzim alami yang terdapat pada bahan pangan.
  • Membunuh sebagian jasad renik yang terdapat pada bahan pangan.
  • Mematikan jaringan-jaringan bahan.
  • Menghilangkan kotoran yang melekat pada sayuran.
  • Menghilangkan zat-zat penyebab lendir pada sayuran.
  • Mengeluarkan gas-gas, termasuk O2 dalam jaringan buah atau sayuran.
  • Mempertahankan mutu sensorik dan nutrisi dari buah dan sayur.


Pada proses blanching prinsipnya adalah melewatkan bahan pangan menuju uap pemanas dan media pendingin (dapat berupa udara atau air). Proses blanching dalam skala industri dilakukan pada Rotary Drum Steam Blancher. Ini merupakan suatu alat dimana proses blanching berupa pemanasan dan pendinginannya dilangsungkan dalam suatu drum yang berputar. Proses pemanasan di dalam alat umumnya dilakukan pada suhu 70-80oC bergantung pada jenis bahan pangan dan menggunakan uap jenuh. Sementara untuk proses pendinginan dipilih menggunakan media pendingin berupa air kondensat.

  1. 3.      Jenis dan Gambar Alat


Kapasitas dari alat ini mencapai 1000 hingga 50.000 PPH (Pounds per Hour), tergantung dari waktu tinggal bahan pangan dan jenis bahan pangan itu sendiri. Rotary Drum Steam Blancher efisien dalam penghematan energi dan mudah dalam proses pembersihannya. Recovery di akhir proses dapat mencapai 3%. Energi yang dikonsumsi oleh steam blancher kurang lebih setengah dari konsumsi energi water blancher. Alat ini juga praktis karena pemanasan dan penginginan berlangsung dalam satu alat sehingga bisa mengingkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses produksi bahan pangan.

  1. 4.      Contoh Produk
Di industri jasa boga, buah dan sayur segar yang telah mengalami perlakuan perlukaan (misalnya dikupas, diiris atau dirajang) kadang-kadang tidak langsung diolah karena berbagai faktor. Bahan yang mengalami perlukaan ketika kontak dengan udara akan mengalami kerusakan warna, flavor dan tekstur karena aktivitas enzim. Proses blanching dilakukan untuk inaktivasi enzim dan mencegah terjadinya kerusakan tersebut. Blanching juga bisa dilakukan untuk mempermudah proses pengupasan. Panas karena blanching akan melunakkan kulit bahan sehingga mempermudah proses pelepasan kulit bahan.
Proses blanching juga membantu membersihkan bahan dan mengurangi jumlah mikroba awal, terutama yang ada di permukaan bahan. Pada sayuran daun, proses blanching dapat mereduksi jumlah bakteri mesofilik lebih dari 103 koloni/gram, tanpa menambahkan perlakuan kimiawi. Untuk alasan ini, maka proses blanching terkadang juga digunakan sebagai alternatif pengawetan untuk produk buah dan sayur diolah minimal (contohnya salad buah dan sayur; dan fresh cut product) yang dikemas dalam kemasan vakum dengan lama penyimpanan lebih dari 10 hari dan kondisi suhu ruang penyimpanan tidak stabil di suhu dingin (kurang dari 4oC).
Blanching yang dilakukan pada proses pengalengan, ditujukan untuk mengeluarkan udara dari dalam jaringan bahan dan meningkatkan suhu bahan (pemanasan awal). Pengeluaran udara dari jaringan dan pemanasan awal sebelum pengisian kedalam kaleng menjadi tujuan utama karena sangat berpengaruh pada penurunan kadar oksigen (pembentukan kondisi vakum) di dalam wadah. Keberadaan oksigen dalam produk kaleng tidak dikehendaki karena akan mempercepat proses kerusakan dan memperpendek umur simpan produk. Selain itu, blanching pada proses pengalengan juga bertujuan untuk melunakkan jaringan bahan sehingga mempermudah proses pengemasan (pengisian).
Pada proses pengalengan, inaktivasi enzim tidaklah menjadi tujuan utama. Pada beberapa kasus pengalengan, blanching bertujuan untuk mengaktivasi kerja enzim. Dalam kasus ini, aplikasi panas selama pengalengan menyebabkan lapisan epidermis bahan menjadi rusak dan tekstur berubah menjadi lembek. Blanching yang dilakukan pada suhu rendah dan waktu yang panjang dapat mencegah terjadinya pelunakan tekstur karena meningkatkan aktivitas enzim pektin metil esterase, enzim yang mengubah karakteristik biokimiawi dinding sel dan lamella tengah dari jaringan nabati menjadi lebih mudah membentuk kompleks dengan kalsium yang mencegah pelunakan tekstur.
Blanching untuk sayuran biasanya dilakukan dengan menggunakan air panas atau steam sementara blanching buah dilakukan dengan menggunakan larutan kalsium. Penggunaan larutan kalsium, bertujuan untuk mempertahankan tekstur buah melalui pembentukan kalsium pektat. Pengental seperti pektin, karboksimetil selulose dan alginat juga dapat digunakan untuk membantu mempertahankan tekstur buah agar tetap segar setelah proses blanching.
Contoh aplikasi blanching pada saat memasak sayur mayur adalah sayur yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam air yang mendidih, direbus hingga berubah warna menjadi warna yang diinginkan lalu diangkat dan langsung dicelupkan ke dalam air dingin, umumnya air es. Tujuan proses blanching pada persoalan di atas adalah untuk mendapatkan kematangan yang diinginkan. Pencelupan sayur ke dalam air dingin bertujuan untuk menghentikan proses pematangan, karena seperti yang diketahui, ketika sayur diangkat dan masih dalam keadaan panas maka proses pematangan masih tetap berlangsung.
Hal ini dapat menyebabkan sayuran berwarna terlalu coklat atau terlalu matang. Selain untuk mencapai tingkat kematangan tertentu, proses ini bertujuan untuk mendapatkan tekstur tertentu dari suatu sayuran. Tekstur yang diinginkan mungkin agak lunak atau lebih renyah, ini tergantung kepada teknik memasak. Tujuan lain dari proses ini adalah untuk menghilangkan potensi berkecambah dari biji- bijian. Hal ini merupakan salah satu proses pengawetan.

  1. Pengganti Bleaching
Blanching dengan air panas tidak selalu diinginkan, terutama pada buah potong yang akan dimakan dalam bentuk segar dan buah beku yang akan dikonsumsi dalam bentuk segar (tanpa pemasakan) setelah proses thawing. Pada buah potong yang akan dikonsumsi dalam bentuk segar, proses blanching dapat menyebabkan perubahan karakteristik sensorik ‘khas buah segar’-nya. Sementara pada buah beku, kerusakan panas yang terjadi selama blanching pada beberapa jenis buah menyebabkan perubahan flavor dan tekstur buah (tekstur menjadi porous seperti gabus) setelah dithawing. Kondisi ini menyebabkan buah menjadi tidak layak untuk dikonsumsi segar. Untuk kasus seperti ini, maka digunakan metode alternatif lain untuk menghambat perubahan enzimatis terutama reaksi pencoklatan.
Beberapa metode yang bisa digunakan sebagai pengganti blanching pada pembuatan buah beku adalah inaktivasi enzimatis secara kimia, menghindarkan kontak dengan oksigen (misalnya dengan mengemas buah dalam larutan gula) dan perendaman dalam larutan yang mengandung anti oksidan (misalnya asam askorbat).
Contoh lain proses blanching diterapkan pada buah- buahan. Proses blanching ini bertujuan untuk mencegah terbentuknya warna coklat pada buah- buahan. Buah yang paling mudah mengalami pencoklatan adalah apel. Blanching yang dilakukan pada buah- buahan ini adalah dengan memberikan panas terhadap bahan pangan melalui perendaman bahan dalam air yang mendidih atau pemberian steam dalam waktu yang relatif singkat.
Untuk apel, setelah dikupas dan dipotong- potong selanjutnya apel direndam di dalam air panas selama 3 menit dengan suhu mencapai 82-93°C. Setelah proses perendaman selesai, apel direndam dalam larutan vitamin C. Dengan takaran vitamin 200 miligram per liter. Sehingga akan diperoleh apel yang tetap segar dengan tambahan vitamin C. Selain itu, proses blanching untuk buah- buahan dapat dilakukan dalam larutan garam kalsium dengan tujuan untuk memperbaiki kekerasan buah dengan terbentuknya kalsium pektat. Kekerasan buah setelah diblanching juga dapat diperbaiki dengan bantuan pektin, karboksimetil dan alginat.

Kamis, 06 Juni 2013

program pembayaran listrik


Tampilan awal form pembayaran listrik



Tampilan setelah di proses dan di simpan kelistview

Public Class Form1
    Sub buattabel()
        lv.Columns.Add("Kode Pelanggan", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("Daerah", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("Nama", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("No Urut", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("Pemakaian", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("Total Biaya", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.View = View.Details
        lv.GridLines = True
        lv.FullRowSelect = True
    End Sub
    Sub isitabel()
        Dim x As New ListViewItem
        x.Text = daerah.Text
        x.SubItems.Add(pelanggan.Text)
        x.SubItems.Add(daerah.Text)
        x.SubItems.Add(nourut.Text)
        x.SubItems.Add(nama.Text)
        x.SubItems.Add(pemakaian.Text)
        x.SubItems.Add(total.Text)
        lv.Items.Add(x)

    End Sub

 
    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        kode.Items.Add("001")
        kode.Items.Add("002")
        kode.Items.Add("003")
        kode.Items.Add("004")
        pelanggan.Items.Add("TOK")
        pelanggan.Items.Add("RUM")
        pelanggan.Items.Add("SWA")
        pelanggan.Items.Add("PAB")
        nourut.Items.Add("100")
        nourut.Items.Add("200")
        nourut.Items.Add("300")
        nourut.Items.Add("400")
        buattabel()

    End Sub

    Private Sub Daerah_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Daerah.TextChanged


    End Sub

    Private Sub btnsimpankelistview_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnsimpankelistview.Click
        isitabel()
        pelanggan.Text = ""
        Daerah.Text = ""
        nourut.Text = ""
        nama.Text = ""
        pemakaian.Text = ""
        total.Text = ""
    End Sub

    Private Sub btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkeluar.Click
        End
    End Sub

    Private Sub btnproses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnproses.Click
        total.Text = pemakaian.Text * 1.5
    End Sub

    Private Sub nourut_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles nourut.SelectedIndexChanged
        Select Case nourut.Text
            Case "100" : nama.Text = "suheri"
            Case "200" : nama.Text = "aliman"
            Case "300" : nama.Text = "muliadi"
            Case "400" : nama.Text = "waito"

        End Select
    End Sub

    Private Sub kode_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kode.SelectedIndexChanged
        Select Case kode.Text
            Case "001" : Daerah.Text = "Binjai"
            Case "002" : Daerah.Text = "Belawan"
            Case "003" : Daerah.Text = "Stabat"
            Case "004" : Daerah.Text = "Polonia"
        End Select
    End Sub

    Private Sub pelanggan_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles pelanggan.SelectedIndexChanged
        Select Case pelanggan.Text
            Case "TOK" : pemakaian.Text = 150000 + 500
            Case "RUM" : pemakaian.Text = 5000 + 200
            Case "SWA" : pemakaian.Text = 400000 + 2000
            Case "PAB" : pemakaian.Text = 1000000 + 10000
        End Select
    End Sub
End Class

Form Penggajian

Tampilan awal Form penggajian


Tampilan setelah diproses

Public Class Form1

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        golongan.Items.Add("IIIA")
        golongan.Items.Add("IIIB")
        golongan.Items.Add("IIIC")

    End Sub

    Private Sub btnproses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnproses.Click
        gajibersih.Text = Val(gaji.Text) - Val(pinjaman.Text)
    End Sub

    Private Sub golongan_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles golongan.SelectedIndexChanged
        Select Case golongan.Text
            Case "IIIA" : gaji.Text = 1500000
            Case "IIIB" : gaji.Text = 2000000
            Case "IIIC" : gaji.Text = 3500000
        End Select
        pajak.Text = 0.015 * gaji.Text
    End Sub
End Class

By : suheri rizki
 




Selasa, 04 Juni 2013

Home » Internet » Cara Mempercepat Koneksi Internet Cara Mempercepat Koneksi Internet

Cara Mempercepat Koneksi Internet Speedy

  • Masuk ke settingan modem, 192.168.1.1
  • Klik Advanced Setup
  • Klik ADSL > lalu pilih ADSL Mode, awalnya ADSL2+ ganti dengan G.DMT > SAVE



Cara Mempercepat Koneksi Internet Pada Windows 7 dan XP
  • Klik menu Start pada windows
  • Lalu Klik Run
  • Ketik gpedit.msc
  • ENTER
  • Lalu pilih Administrative Templates
  • Kemudian double click Network
  • Double click QoS Packet scheduler
  • Double click pada Limit reservable bandwidth
  • Ubah setting menjadi Enable
  • Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
  • Klik Apply, OK
  • Kemudian restart komputer
Cara Mempercepat Koneksi Internet dengan DNS
  • Buka Control Panel
  • Pilih Network and Sharing Center
  • Klik Local Area Connection > Klik Properties
  • Pilih Internet Protocol (TCP/IP) > Klik Properties
  • Klik Use the following DNS server addresses
  • Isi Preferred DNS server dengan angka : 208.67.222.222
  • Isi Alternate DNS server dengan angka : 208.67.220.220
  • Klik OK
Google Public DNS is a free
8.8.8.8
8.8.4.4
DNS Open DNS
208.67.222.222
208.67.220.220
DNS DNSadvantage
156.154.70.1
156.154.71.1
DNS ScrubIt
67.138.54.100
207.225.209.66
Speedy Telkom DNS Server
202.134.2.5
203.130.196.5
202.134.0.155
202.134.1.10
202.134.0.62
202.159.32.2
202.159.33.2
202.155.30.227

Nah bagaimana koneksi internet kamu sekarang ? Apakah secepat yang diharapkan, jika masih lemot juga salahkan operator penyedia layanan internet tersebut :p

Sekedar saran saja dari blog ini, sekarang saya menggunakan layanan Telkomsel Flash. Dengan paket internet Rp. 60ribu dapet 2.5 GB per bulan, kecepatan akses internet lumayan cepat. Tapi jika kouta sudah habis, siap-siap deh ngisi pulsa lagi. Untuk pemakaian wajar hanya untuk browsing saya kira cukup untuk satu bulan. Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul Cara Mempercepat Koneksi Internet, semoga bermanfaat.

Senin, 03 Juni 2013

Animasi Simulasi Single Link List Java

Animasi simulasi Single Link List ini menampilkan animasi dan perintah yang akan di kerjakan apabila method tersebut di kerjakan, memang aplikasi ini masih jauh dari sempurna...oleh karena itu saya share lengkap source code, aplikasi jar dan yang sudah jadi exe agar mudah di lihat walau tidak ada IDE java.

Screen Shot Program




width="320">






Langsung saja...download link di bawah ini...
password = ozanhacker
Pada kesempatan kali ini saya akan share aplikasi buatan sendiri...hehe...sebenarnya tugas kelompok namun hasil karya pribadi, abis klompoknya ga' aktif sich...

Animasi simulasi Single Link List ini menampilkan animasi dan perintah yang akan di kerjakan apabila method tersebut di kerjakan, memang aplikasi ini masih jauh dari sempurna...oleh karena itu saya share lengkap source code, aplikasi jar dan yang sudah jadi exe agar mudah di lihat walau tidak ada IDE java.

Screen Shot Program








Aplikasi Android Bisa Dipakai Membajak Pesawat

nan digital bernama Hugo Teso asal Jerman menunjukkan bagaimana sebuah aplikasi Android yang ia kembangkan secara khusus dapat digunakan untuk mengambil alih kendali pesawat komersial.

Dalam sebuah forum keamanan digital Hack in the Box di Amsterdam, Belanda, Teso membawa jurnal ilmiah berjudul Aircraft Hacking: Practical Aero Series. Ia menunjukkan aplikasi yang dapat mengekstrak informasi penting dari sistem pesawat terbang. Bahkan, aplikasi itu dapat digunakan untuk mengendalikan pesawat.

Aplikasi itu diberi nama PlaneSploit yang dijalankan Teso dalam ponsel pintar Samsung Galaxy. Berikut tampilan aplikasinya:

Tampilan aplikasi PlaneSploit buatan Hugo Teso, foto oleh isa56k via Instagram

"Presentasi ini akan menjadi demonstrasi praktis tentang bagaiamana mengambil alih kontrol penuh pesawat terbang dari jarak jauh, untuk memperlihatkan hasil dari tiga tahun penelitian saya di bidang keamanan penerbangan," tulis Teso dalam abstrak jurnal ilmiahnya.

Caranya, bisa dilakukan dengan masuk ke sistem kemudi pesawat secara nirkabel, atau bisa juga dengan membuat sistem rencana perjalanan lain, yang kemudian diunggah ke dalam sistem milik aplikasi khusus itu.

Ia mampu memanipulasi kemudi dari pesawat jet Boeing sementara pesawat itu dalam modus "autopilot."

Teso, yang sempat dilatih sebagai pilot, mengatakan bahwa beberapa sistem pesawat ada yang tidak terenkripsi dan tidak aman. Ia mengetahui akses ke sistem itu sehingga bisa mengendalikan pesawat.

Apa yang dijelaskan Teso ini belum diuji coba secara langsung di pesawat yang membawa penumpang ke suatu tempat. Ia lebih memilih untuk menguji di sebuah laboratorium sistem pesawat. Ia juga tak akan mendistribusikan PlaneSploit kepada umum.

sumber : kompas Tekno

Cara Setting Awal Wireless Access Point LinkSys WAP54G, D-link Dap 1150, TP-Likn TL WA-500G

Reset kesetingan default dengan cara tekan tombol reset pakai obeng kecil atau apa saja yang bisa digunakan. ( sambungkan dengan arus pada saat mereset )
Untuk Linksys WAP54G
  1. Sambungkan AP dengan komputer anda menggunakan kabel stright
  2. Ubah ip komputer anda menjadi 192.168.1.xxx ( xxx boleh bebas asal jangan 245 dan dibawah 255 )
  3. coba ping ke ip 192.168.1.245 jika sudah reply buka web browser ( jika belum reply coba cek kabel atau reset ulang AP )
  4. pada address bar web browser ketikkan alamat 192.168.1.245 akan munculUsername
  5. Pada Nama Pengguna biarkan kosong dan pada sandi isikan admin klik OK.
  6. Akan muncul menu seperti dibawah ini
    Nama Ap
  7. Pada network name ( SSID ) ubah menjadi smkn1_1 ( smkn1_1 sesuaikan dengan keinginan anda )
  8. Klik Save Settings
  9. Masuk ke menu Administrator
    Admin
  10. Silahkan ubah password anda sesuai keinginan
  11. klik save settings
  12. Silahkan masuk ke menu setup, Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
    setup
  13. Pada configuration type pilih Automatic Configuration (DHCP)
  14. klik save setting
  15. Konfigurasi sudah selesai,, Good LuckSekarang kita coba setting AP TP-LINK TL-WA500G
    Untuk TP-LINK TL-WA500G
  16. Reset Akses point anda
  17. ubah ip komputer atau laptop anda menjadi 192.168.1.1
  18. buka web browser ketikkan alamat 192.168.1.254, Maka akan muncul tampilan dibawah ini:
    login
  19. Masukkan username admin dan password admin, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
    nama
  20. Masuk pada menu Wireless Settings. Pada SSID ubah sesuai keinginan anda, klik save
  21. Masuk pada menu password akan muncul tampilan seperti dibawah ini
    passwd
  22. pada menu password silahkan isi sesuai keinginan anda dan klik save
  23. Masuk pada Menu network akan muncul tampilan seperti dibawah ini:
    dfgdf
  24. Pada Type silahkan di ubah menjadi Dynamic IP ( DHCP ), klik save
  25. Konfigurasi Selesai…
    Untuk D-LINK DAP 1150
  26. Reset AP anda
  27. Ubah ip komputer atau laptop anda menjadi 192.168.0.1
  28. buka web browser anda ketikkan alamat 192.168.0.50, Maka akan muncul username dan password seperti dibawah ini:
    login
  29. Untuk username isikan admin dan password biarkan kosong, klik login
  30. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
    nama
  31. Pada Wireless Network Name isikan sesuai dengan keinginan anda, yang lain menurut saya tidak perlu di ubah, klik apply setting
  32. Masuk pada setting password maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
    pass
  33. Isi sesuai keinginan anda klik Apply settings
  34. Masuk ke setting lan, akan muncul tampilan seperti dibawah ini
    dhcp
  35. pada My LAN Connection is : pilih yang Dynamic AP ( DHCP )
    Konfigurasi 3 akses point sudah selesai….  Selamat mencoba, Good Luck.